Samar
Isiku kosong, tubuhku terawang
Tubuhku lunglai, rambutku terurai, mataku terpejam
Deburan ombak menghempas tubuhku
Yang terapung di lautan.
Tak ada satu pikir pun yang mengisi
Hidup seolah tak berarti
Memandang sesuatu yang samara
Samara di angkasa
Hatiku, raut dia, sobek dia,
Isi dengan harap yang tak tersamar
Gemuruh suara terasa hampa
Musik-musik ungkapan cinta yang teresapi
Hanya memandang tak bertepi
Sesuatu yang kelam, tak di cari
Tampak dari kejauhan, hijau daun menyejukkan
Tapi tak berasa, kosong dan hampa
Samar-samar waktu tetap berjalan
Menggilas kenangan-kenangan itu
Yang ku dapat adalah kita hidup harus
untuk masa depan
Seluruh asa, cinta dan kenangan itu
Teraduk dalam pikiranku
Aku penat dengan semua itu, yang terbias lewat
Tanya-tanya tak terjawab
Semakin penat hingga ku tersamar
Samar terus hingga ujungnya
Hingga hanya akan terlukis di langit-langit sejalan musim
Tapi hanya aku yang bisa melihat
Sehari samara, sesuatunya tak jelas
Seperti lautan yang tak berujung
Tak bisa ku marah, tak ingin ku menangis
Aku hanya duduk hingga berakar
Telah melekat di kursi kayu tua
Rasa lembam bagai benda mati
Yang hanya diam
Tak berarti
Untukmu
sosok
di kesamaran hati.









he.. he…. he…. menyentuh bangets…..
bikin terharu yang mbaca..
Begitu dalam untuk dihayati.
samar itu nama paman aku lho..!
*
*
Bukan Aku sobat moe yang tidak bisa menyamar jadi Samar.