Misi Hidup Adalah Sebuah Kerja

Liburan kemarin, aku bertemu dengan seorang ibu tua “Mbok Pah”. Tubuhnya gemuk, dengan senyum jenaka di sela-sela pipinya yang bulat peyot itu. Mbok Pah duduk menggelar nasi bungkus dagangannya. Segera saja beberapa pekerja bangunan dan kuli angkut yang sejak radi mengerubungi dan membuatnya sibuk meladeni. Bagi mereka menu dan rasa bukanlah soal, yang terpenting adalah harga yang luar biasa murah.

Hampir-hampir mustahil ada orang yang bisa berdagang dengan harga sedemikian rendah. Wanita itu terkekeh menjawab ”Bisa numpang makan dan beli sedikit sabun?”. Tapi, pikirku, bukankah dia bisa menaikkan harga nya sedikit? Sekali lagi wanita tua itu menjawab ”Lalu, bagaimana kuli-kuli itu bisa beli? Siapa yang mau menyediakan sarapan buat mereka?” katanya sambil menunjukkan para lelaki yang berlompatan ke atas truk pengantar tempat mereka bekerja.

Ya, ampun…. aku baru sadar. Betapa cantiknya bila sebongkah misi hidup di padukan dalam sebuah kerja. Orang-orang yang memahami benar kehadiran karyanya, sebagaimana Mbok Pah, yang bekerja demi setitik kesejahteraan hidup manusia, adalah tiang penyangga yang menahan langit agar tak runtuh. Mereka adalah beludru halus yang membuat jalan hidup yang tampak keras berbatu ini menjadi lembut bahkan mengobati luka. Bukankah demikian tugas kita dalam bekerja? Menghadirkan kesejahteraan bagi sesama.

~ by azwirdafrist on December 14, 2008.

Leave a Reply