cermin diri yang trully

•December 20, 2010 • Leave a Comment

wahhhh

sudah lama, jari ku yang mungil ini tidak menari-nari di atas kertas wangi perasaan hati yang selalu ternaungi dengan berbagai rasa.

Bagaimana rasanya jari ini lelah untuk berpikir sepertinya aku lupa… entah kenapa bisa seperti ini.  Apa karena aq sudah terlalu lama berdiri di depan cermin yang retak. di mana aq bisa menemukan cairan pekat yang bisa menyatukan cermin itu.

hemmmmmmmmmmm, sepertinya semua rasa saat ini mulai terbayarkan. saat jari ku ini menuliskan sesuatu yang ada di dalam organ intim hatiku, di saat itu pula aq menyadari. sadar akan keajaiban. Ajaib, wondurfull. Aq tidak hanya menemukan cairan penyatu cermin hati, tapi juga menemukan tempat untuk menuliskan kisah – kisah sel kelabu otakku yang penat akan masalah duniawi.

Ajaib. atau ada kata lain selain kata ini. yang ku tahu hanya ini. tapi bukan hanya itu. ini anugerah.

Ada sesuatu makhluk yang membuatku menemukan semua itu. semua keajaiban itu. semua anugerah itu. Makhluk ini begitu istimewa. membawakan cermin diri yang utuh. The trully miror in my life. makhluk ini punya nama yang begitu lembut. tak hanya untuk di dengar tapi juga untuk di rasa. hingga ingin sekali setiap hari aq bisa menyentuhnya.

Ego diri yang terlalu tinggi untuk di runtuhkan, akhirnya pun luluh hanya karena makhluk ini

Makhuk ini … ah … aq bertemu dengannya di antara serpihan hati yang mulai hilang, menguap, tak bisa terpadatkan lagi.

karena semua itulah aq begitu menyayangi makhluk ini.

Semakin aq dekat dengannya, semakin aq merasa takut…………….. rasa takut ini begitu besar, lebih besar dari apa yang aq miliki sekarang. tapi rengkuhannya menguatkan tulang-tulang ku yang hilang segala zat kolagen dan kalsiumnya.

Makhluk ini, seorang lelaki. Dia tidak memilik sesuatu yang mungkin istmewa di mata orang lain, tapi begitu besar artinya bagi orang sepertiku… orang ini membawa the trully miror, tempatku bisa berkaca apa yang sudah aku lakukan atau apa yang akan aku lakukan…..

kesederhanaan yang besar, memberinya kedewasaan berpikir tingkat tinggi…… Kalau orang bilang Obama itu orang terpandai di bumi ini. tapi bagi ku Lelaki ini paling bijak di bima sakti ini… hem… apa aq terlalu berlebihan, apa aq terlalu mendewakan lelaki ini….

semuanya akan terjawab jika kau mengenal lebih dekat bagaimana refleksi dan revolusi hidupku saat ini.

the trully miror. cermin diri yang sebenar-benarnya itu adalah lelaki ini. M. Miftakhul Arif Zulfan……

Makhluk ini sebentar lagi eh salah … saat ini ada di sampingku. mendampingi jariku yang agak lelah menari di atas keyboard hitam yang menyimpan banyak simbol kehidupan dari a – z……………….. hem cerminku tak retak lagi………. dan aq bisa melihat lagi bahwa aq pun cantiq sama hal nya dengan Angelina Jolie…..Dan dia Brad Pitt ku…

 

 

Refleksi Fatamorgana Rentang Hidup Manusia

•December 14, 2008 • 8 Comments

Ini adalah kado terindah dari seorang temanku (Dheday, 08.12.08). Walau hanya sebuah susunan kalimat, tapi cukup apik. Bacalah….. renungkan…, refleksikan dirimu… apakah kamu akan menjadi seorang anak seperti cerita ini. Bagi ku, ini adalah pesan bermakna, yang sekiranya menjadi cermin untuk jangan menjadi orang seperti dalam cerita ini…

Kado ini refleksi hati banyak orang yang menyesali hidup, yang kadang tampak seperti fatamorgana, tapi nyata ada dalam rentang hidup kita. Terima kasih sobat ku….

Kasih Sayang Seorang Ibu

Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja dan ingin memelukmu. Sebagai balasannya, kau kunci pintumu.

Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudikan mobilnya. Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya tanpa peduli kepentingannya.

Saat kau berumur 17 tahun, dia menunggu telepon penting. Sebagai balasannya, kau pakai telepon non stop semalaman tanpa henti.

Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA. Sebagai balasannya, kau berpesta sampai pagi dengan teman-temanmu.

Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama. Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu bertemu dengan teman-temanmu.

Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya ”Dari mana saja seharian ini?”. Sebagai balasannya, kau jawab ”Ah, Ibu cerewt amat sich, pengen tahu aja urusan orang.”

Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan bagus untuk karirmu di masa depan. Sebagai balasannya, kau katakan ”Aku tidak ingin seperti ibu.”

Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi. Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa pergi ke Bali.

Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu. Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu.

Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan. Sebagai balasannya, kau mengeluh, ”Bagaimana ibu ini, koq bertanya seperti itu?”.

Saat kau berumur 25 tahun, dia membantumu membiayai pernikahanmu. Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain bersama suamimu yang jaraknay lebih dari 500 km.

Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya, kau katakan padanya ”Bu, sekarang jamannya udah berbeda!”

Saat kau berumur 40 tahun, dia menelponmu untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah satu kerabatmu. Sebagai balasannya, kau jawab, ”Maaf Bu, Saya sibuk sekali. Tidak ada waktu.”

Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu. Sebagai balasannya, kau baca buku tentang pengaruh negatif orang tua yang tinggal menumpang dengana nak-anaknya.

Dan hingga suatu hari, akhirnya dia meninggal dengan tenang.

Dan tiba-tiba kau teringat semuanya. Semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang menghantam HATI mu bagaikan palu godam.

JIKA BELIAU MASIH ADA, JANGAN LUPA MEMBERIKAN KASIH SAYANGMU LEBIH DARI YANG PERNAH KAMU BERIKAN SELAMA INI. DAN JIKA BELIAU SUDAH TIADA, INGATLAH KASIH SAYANG DAN CINTANYA YANG TULUS TANPA SYARAT KEPADAMU.

Tips dan Trik Pintar menghitung WAKTU dan UANG

•December 14, 2008 • 5 Comments

Bayangkan ada sebuah bank yang memberi kamu uang sejumlah Rp 86.400,- setiap paginya. Semua uang itu harus kamu gunakan. Pada malam hari, bank itu akan menghapus sisa uang yang tidak kamu gunakan selama sehari. Coba tebak apa yang akan kamu lakukan? Tentu saja menghabiskan semua uang itu selama sehari bukan !!!

Tau nggak sich. Sebenarnya kita semua memiliki ”bank” semacam itu. Bank itu bernama ”WAKTU”. Setiap pagi, ia akan memberi kita 86.400 detik. Pada malam harinya, ia akan menghapus semua sisa waktu yang tidak kita gunakan untuk tujuan baik dalam sehari itu. Ia juga tidak akan memberikan waktu tambahan. Setiap hari ia akan membuka satu rekening baru untuk kamu. Setiap malam ia akan menghanguskan yang tersisa. Jika kamu tidak menggunakannya, maka kerugian akan menimpa kamu. Kamu tidak bisa menariknya kembali. Juga, kamu tidak bisa meminta ”uang muka” untuk keesokan harinya. Kita harus hidup di dalam simpanan sehari itu. Maka dari itu, investasikanlah untuk kesehatan, kebahagiaan, dan kesuksesan kamu.

Jam terus berdetak. Gunakanlah waktu sebaik-baiknya.

Agar tahu pentingnya waktu SETAHUN, tanyakan pada murid yang gagal naik kelas.

Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN, tanyakan pada ibu yang melahirkan prematur.

Agar tahu pentingnya waktu SEMINGGU, tanyakan pada editor majalah mingguan.

Agar tahu pentingnya waktu SEJAM, tanyakan pada kekasih yang menunggu untuk bertemu.

Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT, tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat terbang.

Agar tahu pentingnya waktu SEDETIK, tanyakan pada orang yang baru saja terhindar dari kecelakaan.

Agar tahu pentingnya waktu SEMILIDETIK, tanyakan pada peraih medali Perak Olimpiade Matematika Internasional.

Misi Hidup Adalah Sebuah Kerja

•December 14, 2008 • Leave a Comment

Liburan kemarin, aku bertemu dengan seorang ibu tua “Mbok Pah”. Tubuhnya gemuk, dengan senyum jenaka di sela-sela pipinya yang bulat peyot itu. Mbok Pah duduk menggelar nasi bungkus dagangannya. Segera saja beberapa pekerja bangunan dan kuli angkut yang sejak radi mengerubungi dan membuatnya sibuk meladeni. Bagi mereka menu dan rasa bukanlah soal, yang terpenting adalah harga yang luar biasa murah.

Hampir-hampir mustahil ada orang yang bisa berdagang dengan harga sedemikian rendah. Wanita itu terkekeh menjawab ”Bisa numpang makan dan beli sedikit sabun?”. Tapi, pikirku, bukankah dia bisa menaikkan harga nya sedikit? Sekali lagi wanita tua itu menjawab ”Lalu, bagaimana kuli-kuli itu bisa beli? Siapa yang mau menyediakan sarapan buat mereka?” katanya sambil menunjukkan para lelaki yang berlompatan ke atas truk pengantar tempat mereka bekerja.

Ya, ampun…. aku baru sadar. Betapa cantiknya bila sebongkah misi hidup di padukan dalam sebuah kerja. Orang-orang yang memahami benar kehadiran karyanya, sebagaimana Mbok Pah, yang bekerja demi setitik kesejahteraan hidup manusia, adalah tiang penyangga yang menahan langit agar tak runtuh. Mereka adalah beludru halus yang membuat jalan hidup yang tampak keras berbatu ini menjadi lembut bahkan mengobati luka. Bukankah demikian tugas kita dalam bekerja? Menghadirkan kesejahteraan bagi sesama.

Laskar Pelangi, Inspirasi Full Extra Sindiran

•October 30, 2008 • 1 Comment

Akhirnya ada juga film yang bisa memacu adrenalin halus manusiawi orang yang menontonnya, apa lagi kalo bukan film Laskar Pelangi. Dua kali nonton film ini, dua kali atau mungkin lebih aku bisa bilang film ini excelent.

Pesan moral pendidikannya cukup pantas jadi primadona, sindiran-sindirannya juga layak jadi kamus introspeksi. kalau dari segi profesi guru, hikmah film ini Intinya meluruskan niat kembali menjadi sosok guru yang sebenarnya. Maksud saya, secara sadar sejak awal saya, anda dan semua orang tahu dan paham benar bahwa profesi guru dari dulu-sekarang memang ber”gaji” kecil. Lalu buat apa kita mengeluh sekarang, ketika toh pada akhirnya kita sudah memilih guru sebagai profesi. Ya, jangan sampailah saya atau anda dan Kita justru menjadi seorang guru yang menjadi“pengeluh yang risau” menunggu tambahan dan kenaikan gaji berikutnya tiba. Guru harusnya berkarya, itulah yang penting. Berkarya dari berbagai sisi kehidupannya.

Ya.. hidup memang pilihan, jika guru memang merupakan pilihan ya harus tahu konsekuensinya.

Guru bukan profesi ironis, tapi profesi “jempol”is. Bahkan termasuk guru dari sekolah pinggiran pun. Pabrik dan teknologi memang bisa menciptakan suatu hal yang fantastic, tapi Cuma guru yang mampu membangun pendiri-pendiri pabrik dan teknologi yang energic.

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1429 H, “TAQOBBALALLAHU MINNA WA MINKUM”

•September 28, 2008 • 5 Comments

Jika hati sebening air, jangan biarkan jadi keruh;

Jika hati seindah awan, jangan sampai jadi mendung;

Jika hati seindah bulan, hiasilah dengan bintang;

Jika hati seterang Nur, hiasilah dengan beribu cahaya maaf.

Semua bentuk hati itu akan terbawa waktu-waktu duniawi yang tak kekal,

Maka …

Ketika waktu dunia itu terus mengalir;

Tiap kali akan terselip khilaf dalam canda.

Kan ada luka yang pernah terukir dalam tawa.

Dan akan terbersit pilu dalam tingkah laku.

Setelah semua waktu itu terbias lewat,

Kan ku hitung, berapa hari lagi menjelang ?

Nafas ini kan jadi tasbih;

Doa-doa ini kan jadi ijabah;

Dan pahala sekali lagi dilipat gandakan;

Maka …

Bukakanlah pintu maaf-mu sepenuh hati untuk Azwirda Frist

Untuk sahabatmu ini,

Untuk keluarga sahabatmu ini,

Untuk rekan kerjamu ini,

Sehingga, …

Sebelum kelak dalam tundukku ini diterima Sang Rabb,

Azwirda Frist, dan keluarga mengucapkan :

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H,

Taqobbalallahu minna wa minkum”

Mohon maaf Lahir dan Batin.

Maka cahaya surga akan menaungiku,

Dengan segala ke-fitrahan-nya;

Serta membiarkanku bersandar pada dada lapang bintang milik-Nya.

Amien… Amien… Amien.

TINGKAH POLAH NAK KANAK CHILDREN DI KELAS KU

•September 28, 2008 • 2 Comments

Jadi the teacher kelas 1 SD itu tanggungan dunia akherat.

Hemm,………. gimana enggak, di kelas 1 SD secara psikologis kita musti nyiapkan anak untuk mengenal the true school word, yang tidak sekedar bermain. Di level ini the teacher harus mampu mendampingi proses tumbuh kembang anak agar dapat membangun fondasi pikiran, perasaan, dan tingkah laku untuk siap menjalani masa depannya. Nah, keseluruhan aspek itu harus dibangun sesuai tahapan perkembangan psikologisnya. Kalo tidak, gawat… Bakal terjadi gangguan yang pada akhirnya akan berimbas pada masa depannya. Tul, ngga’… !

Ke 22 makhluk mungil yang diciptakan Allah begitu lucu dan lengkap dengan berbagai keunikan mereka yang saat ini ada di kelas ku:

  1. Si Alam bos besar yang suka main bola, ngambekan, egonya tinggi, tapi punya semangat belajar yang ok banget;

  2. Si Yoga, laki-laki kecil yang masih cengeng, “umek” banget kaya cacing kepanasan di kelas, tapi manjanya itu bikin kangen;

  3. Si Ogi, jagoan yang medhok banget, sukanya ngomong “piye, bu…, piye…”;

  4. Si Wisnu, calon idola cowok yang nurut banget, badannya paling besar di kelas;

  5. Si Oka, lakon yang agak kemayu banget ini emang manja, tapi jangan salah lakon yang satu ini paling “loman” di kelas;

  6. Si Randa, waduh…waduh… kalo anak kueciil yang satu ini njelimet banget. Ada aja yang dilakuin, Ngupil adalah salah satu hobi ruwetnya. Pokoknya sutradaranya Jahil di kelas;

  7. Si Qiqi, jagoanku yang satu ini juga nurut banget, sayangnya suka lupa bawa buku pelajaran;

  8. Si Ian. Ehm, ini calon pak Ustad kayanya, coz pas tartil, tahfidz ato sholat dia lho yang pualing khusuk;

  9. Si Mario, wah ini punya tampang yang putih, tinggi, ganteng banget deh … calon idola juga neh. Tapi aku sering manggil dia “pak mudin” soalnya tampangnya kaya pak mudin getoh..

  10. Si Satria, aduh ini kalo di TV lambatnya kaya si Nobita, tapi sebenarnya anaknya pinter koq, sayang aja anak ini kaya kurang perhatian dari bokap nyokapnya;

  11. Si Wildan. Nah ini, jagoan paling encer di kelas, paling hafal asmaul husna…;

  12. Si Azka, ini dia si pipi tembem. Aku suka banget cubiti pipinya, montok banget soalnya;

  13. Si Jojo, ini juga golongan encer gitu, tapi agak sok jagoan gitu. Tapi tetep lucu, sukanya pengen tahu aja urusan guru ma temen-temennya;

  14. Si Egi, hi..hi… ini murid cewekku yang paling ramah. Penurut banget, manjanya yang gak ketulungan bikin hatiku makin lengket ke anak yang satu ini;

  15. Si Jovin, ini cew cerdas, tapi suka ngelamun gitu deh..;

  16. Si Rara, makhluk hawa paling kuecil di kelas, penakut banget. Gak bakal masuk sekolah kalo ada pelajaran olah raga pas waktunya rool depan (guling-guling di matras itu lho);

  17. Si Hanin, ne punya brother and sister yang juga sekolah di Bani Hasyim ini…

  18. Si Wulan, ehm, ne cewek feminim banget, suknya cerita di rumahnya yang guedhe banget mau di bangun ekskalator katanya, ha..ha….;

  19. Si Vita, ini lady-nya ngobrol dio kelas, tapi salut anak ne termasuk golongan yang encer and cepet nanggepnya;

  20. Si Vidi, nah ini dia Jagoan Cewek intelek yang udah keliatan dari awal. Orang tuanya perhatian banget, mpe aku di kasih Back up nya buku dari Diknas lho, makasih yan pak.. bu….;

  21. Si Sofi, ini kalo di TV kaya si Candy-Candy. Cew cantik, tapi suka ngelamun. Untungnya anak ini cerdas koq …;

  22. Si Naila, Aduh Ampun deh ma yang satu ini… ga mau ngapa-ngapain sama sekali. Manja polll… kadang gregetan juga.

BTW,….

I’m very glad in this class, in my uniq class, walaupun tingkah polah nak kanak children selalu saja ada yang bermasalah, tapi justru di situ seninya. Aku malah takut kalo mereka diem, ato diem banget malah. Secara, anak usia 6-12 tahun biasanya kan memang aktif dan mobile banget. But, I’m enjoyfull with them.

Menghadapi makhluk-makhluk kecil ini memang perlu ekstra sabar. Pikiran dan hati harus bersih. Kalau tidak itu akan berimbas pada pembelajaran yang jadi kurang terkontrol. Ya, aku kadang memang mengalami hal kaya gitu sich di kelasku.

Kalo katanya HR Bukhori nech “Ingatlah dalam diri manusia ada segumpal darah. Jika segumpal darah itu baik, maka semua tubuhnya baik. Demikian sebaliknya”. Jadi, kesimpulannya, pas ngajar aku harus pakai Hati Nurani dan cinta ku, coz hati nurani adalah Nur-ku, yang menerangi semua sel-sel kelabu di otak-ku, organ tubuh dan keseluruhan panca inderaku. TApi aku juga wajib pakai ilmu juga, sehingga semuanya menjadi baik. Ya nggak….

Guru itu bukan pakai insting atau reflek, tapi pakai korteks/otak untuk berpikir dan itu harus pakai knowledge.

Harapanku, aku ingin mampu dan berhasil membentuk anak-anak didikku “Anggun dalam Moralitas, dan Unggul dalam Intelektual”. Walo ini kayanya berat, tapi aku ga bisa menganggap ini beban. Ini justru tantangan yang harus dipecahkan.

Yang paling mendasar, setidaknya aku harus bisa menjadi teladan alias panutan yang baik, dan melakukan pendekatan personal pada mereka, dengan makhluk-makhluk mungil yang lucu-lucu itu.

Untuk itu aku perlu, kudu, musti, harus, must be, and wajib ‘ain punya sense of belonging, rasa memiliki bahwa mereka adalah anak-anak ku juga. Walaupun in the fact aku belum dikaruniai anak sendiri dari rahim perempuanku.

So, Let’s pray together for me… doakan aku segera Merrid yo … (he…he…he…). Amin….