Menjadi Orang Tua Atau Guru Dalam Membentuk Karakter Anak Usia Sekolah Dasar Itu Tidak Mudah

Ketika saya mulai mengajar di sekolah dasar, saya menemui banyak sekali anak-anak SD usia 6-12 tahun yang mobilitasnya tinggi di kelas, perilakunya agresif, dan suka memukul ketika dia bertengkar dengan temannya. Bahkan beberapa anak ada yang memiliki sifat dendam kepada teman yang mengejeknya. Ketika diberi nasehat oleh guru sering membantah dan bahkan balik memukul guru yang menasehatinya. Sepertinya sulit sekali untuk mengarahkan mereka menjadi anak yang penurut.

Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak dengan latar belakang dari keluarga yang mampu secara ekonomi, dimana hampir segala kebutuhannya selalu terpenuhi. Tapi, kebutuhan seorang anak sebenarnya bukan hanya sekedar materi dan fisik. Namun ada yang lebih penting, yaitu perhatian dan kepedulian orang tua sebagai pendamping anak-anak selama sebelum mereka menjadi dewasa. Tugas membimbing, mendidik dan membentuk karakter anak harus di mulai sejak kecil. Teladan merupakan cara yang paling efektif.

Membuat anak menjadi pintar tidak dilakukan dengan “menyiksa” mereka dengan setumpuk hukuman atau kegiatan belajar tambahan tanpa memberikan kesempatan untuk memilih. Setiap anak mempunyai kemampuan dan daya tahan yang berbeda. Apalagi saat melakukan aktivitas (misalnya belajar) tersebut, anak sering menangis dan menolak. Namun pemaksaan tetap dilakukan dengan alasan demi masa depan anak. Secara tidak sadar orang tua telah membuat anak stress. Sehingga, muncul kebencian yang berakibat pada menurunnya motivasi belajar. Bentuk lain dari ketidakberdayaan anak-anak melawan keinginan orang tua adalah memberontak melalui perilaku agresif, bahkan pasif.

Anak yang sering mengejek temannya di kelas, suka memukul, membalas jika ada temannya yang mengganggu sebenarnya membutuhkan pendampingan dalam beraktivitas. Ada kerinduan di benak mereka untuk terus menjadi pusat perhatian darii oarng di sekelilingnya. Sebagai guru di sekolah, kita harus bisa terus mengevaluasi kegiatan apapun yang diikuti anak tersebut, yang tentunya sesuai dengan kemampuan anak. Dan kita juga harus memantau apa yang sudah mereka lakukan dan apa yang sudah mereka hasilkan dari aktivitas kesehariannya. Hal ini merupakan bentuk penghargaan bagi anak-anak tersebut, yang bukan tidak mungkin akan dapat membangkitkan motivasi anak tersebut. Tetapi evaluasi dan pemantuan perkembangan anak seperti ini tidak bisa kalau hanya dipasrahkan pada guru saja. Karena orang tua yang seharusnya mampu melakukan dua hal tersebut sebagai orang yang paling dekat dengan anak.

Yuni (2005) mengatakan bahwa anak di usia 6-12 tahun, anak mulai belajar dari lingkungan untuk membentuk karakter dan kepribadiannya. Bisa jadi, perilaku anak akan berubah setelah meniru yang dia LIHAT, DENGAN dan RASAKAN. Misalnya serial film di televisi, pertengkaran di sekelilingnya atau sering dipukul atau di hukum secara fisik jika melakukan kesalahan. Dari hal-hal tersebut, anak belajar mempertahankan diri dengan cara yang salah. Karena itu, orang tua harus memberikan banyak contoh tentang cara menyelesaikan masalah dengan baik. Bila anak memukul, jangan di balas dengan pukulan. Namun pegang tangan anak. Kemudian katakan dengan tegas bahwa memukul hanya menyakiti orang lain dan membuat anak tidak punya teman. Kita juga harus mampu menyisipkan nilai-nilai keagamaan walau itu hanya dalam bentuk bercerita atau bermain. Tetapi dengan cara demikian anak bisa memahami perilaku yang baik dan bburuk.

Menjadi orang tua sangatlah mudah, Namun menjadi orang tua yang baik tidaklah mudah. Anak-anak pada masanya seharusnya mampu menjadi burung berkicau yang riang gembira, jangan biarkan anak menjadi bisu, menderita kesunyian pada usia keemasan yang sebenarnya bisa menjadi kenangan manis di masa hidupnya, dan menjadi pendorong semangat hidupnya kelak.

~ by azwirdafrist on March 20, 2008.

12 Responses to “Menjadi Orang Tua Atau Guru Dalam Membentuk Karakter Anak Usia Sekolah Dasar Itu Tidak Mudah”

  1. hello, salam kenal

  2. hello, nice to meet you

  3. Salam kenal Mbak. Blognya aku link di sini ya.

  4. Senang bisa diskusi ttg perkembangan manusia, terutama dunia anak….ntar kita lanjut ya.., tks.

    Salam,

    http://auliamuttaqin.wordpress.com

  5. hmmm …
    Tutorial Jaringan Komputer

  6. Seorang bijak baru-baru memberikan ilmunya kepada saya, dan semoga beliau tidak keberatan jika apa yang diucapkannya saya sharing disini.

    Begini yang dia katakan;

    * Jagalah Pikiran Anda, karena Mereka akan menjadi Kata-Kata Anda
    * Jagalah Kata-Kata Anda Karena Mereka akan menjadi Tindakan Anda
    * Jagalah Tindakan Anda, karena Mereka akan menjadi Kebiasaan Anda
    * Jagalah Kebiasaan Anda karena Mereka akan menjadi Karakter Anda

    Jadi untuk membentuk Karakter mulailah dengan Menjaga Pikiran Kita

    http://ekojuli.wordpress.com

  7. SAYA BERSEDIA JOIN BANTU, WELCOME DIHUBUNGI

  8. Hii.. Salam kenal dari OmpuNdaru..
    Senang sekali membaca coretan di blog ini. Salut untuk kata-katanya.

    Salam,
    OmpuNdaru

  9. saya juga bergerak di bidang pemberdayaan SDM tapi usianya 18 – 35 th.Senang sekali sharing tentang bgmn membetuk SDM yang berkharakter sebagai langkah awal untuk maju dan mandiri di tengah persaingan hidup yang ketat.

  10. terima kasih sudah berbagi info, menjadi orang tua yang baik memang tak semudah apa yang diomongkan tetapi saya akan coba mengikuti saran2 yang diberikan, sekai lagi terima ksih

  11. trimakasih. sdah beri tahu kami .

  12. salam kenal….sy mo tau lebih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: