Cerita mengenai Tumbuhan dan “Iman”

 

Di sekeliling kita pasti banyak pohon buah-buahan. Pohon-pohon itu tumbuh dari kecil menjadi besar, berdaun banyak, dan kemudian bercabang banyak. Tahukah kalian bahwa batang, cabang dan daun pohon itu semuanya selalu memerlukan makanan. Lalu siapakah yang mencari makanannya?

Ternyata ada bagian pohon yang tidak henti-hentinya menyerap sari-sari tanah (air dan mineral), lalu mengalirkannya ke seluruh tubuh pohon itu. Bagian pohon yang berada di bawah permukaan tanah adalah akar. Pohon yang tidak mempunyai akar tidak akan bisa hidup. Dan akar itu bertambah banyak serta menjadi besar dan kuat bersamaan dengan bertambahnya batang, cabang dan daunnya. Bila batang atau cabang pohon itu mengalami kerusakan, maka akar yang kokoh itu pun tidak dapat berfungsi, kecuali bila ada tunas pengganti yang tumbuh menjadi batang dan cabang baru.

Pohon yang baik menghasilkan buah-buahan yang baik pula. Buahnya menjadi makanan bagi manusia dan binatang. Setelah di makan, lalu bijinya ditanam, akan t umbuh menjadi pohon yang sama dengan pohon asalnya. Hal itu terjadi terus menerus. Dan pohon-pohon yang besar itu tadinya berasal dari pohon-pohon sebelumnya.

Demikianlah Allah membuat perumpamaan untuk kalimah thoyyibah, yaitu kalimat tauhid atau iman. Allah berfirman Q.S Ibrahim (24-25): “Tidaklah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan bangnya (menjulang) kelangit, pohon itu menghasilkan buahnya pasa setiap musim dengan seijin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat”

Apabila kita yakin bahwa Allah itu ada dan Dia memberi pahala kepada orang yang baik dan menyiksa orang yang jahat, maka kita telah memiliki pangkal keimanan yang dapat mendorong kita untuk mempercayai segala hal yang diterangkan Allah dalam Al-Qur’an. Yaitu mempercayai kerasulan Nabi Muhammad Saw, mempercayai keberadaan malaikat, dan mempercayai adanya kiamat serta hari kiamat serta kehidupan setelahnya.

Kepercayaan seperti itu menjadikan kita rela melaksanakan perintah-perintah Allah dalam Al-Quran untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya. Dan kita pun akan bertekad menjauhi segala larangan-laranganNya untuk menghindari dosa. Demikian juga kita akan menerima penjelasan-penjelasan Rosulluah Saw mengenai petunjuk-petunjuk Al-Qur’an, baik yang beliau jelaskan secara lisan, maupun yang beliau jelaskan melalui tindakan.

Semakin kokoh kepercayaan kalian, akan semakin banyak amal kebaikan kita. Dan seiring itu, iman kita akan semakin bertambah kuat. Amin.

~ by azwirdafrist on May 1, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: