Samar

Isiku kosong, tubuhku terawang

Tubuhku lunglai, rambutku terurai, mataku terpejam

Deburan ombak menghempas tubuhku

Yang terapung di lautan.

Tak ada satu pikir pun yang mengisi

Hidup seolah tak berarti

Memandang sesuatu yang samara

Samara di angkasa

Hatiku, raut dia, sobek dia,

Isi dengan harap yang tak tersamar

Gemuruh suara terasa hampa

Musik-musik ungkapan cinta yang teresapi

Hanya memandang tak bertepi

Sesuatu yang kelam, tak di cari

Tampak dari kejauhan, hijau daun menyejukkan

Tapi tak berasa, kosong dan hampa

Samar-samar waktu tetap berjalan

Menggilas kenangan-kenangan itu

Yang ku dapat adalah kita hidup harus

untuk masa depan

Seluruh asa, cinta dan kenangan itu

Teraduk dalam pikiranku

Aku penat dengan semua itu, yang terbias lewat

Tanya-tanya tak terjawab

Semakin penat hingga ku tersamar

Samar terus hingga ujungnya

Hingga hanya akan terlukis di langit-langit sejalan musim

Tapi hanya aku yang bisa melihat

Sehari samara, sesuatunya tak jelas

Seperti lautan yang tak berujung

Tak bisa ku marah, tak ingin ku menangis

Aku hanya duduk hingga berakar

Telah melekat di kursi kayu tua

Rasa lembam bagai benda mati

Yang hanya diam

Tak berarti

Untukmu

sosok

di kesamaran hati.

~ by azwirdafrist on June 21, 2008.

4 Responses to “Samar”

  1. he.. he…. he…. menyentuh bangets…..

  2. bikin terharu yang mbaca..

  3. Begitu dalam untuk dihayati.

  4. samar itu nama paman aku lho..!

    *
    *

    Bukan Aku sobat moe yang tidak bisa menyamar jadi Samar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: