MEMBANGUN PROFESIONALISME GURU DENGAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS

“Guru yang baik pertama-tama adalah guru yang pandai mengajar, yang pandai menjelaskan pelajaran, sehingga dipahami murid-murid” itulah profil guru yang baik yang dikutip dari Hasibuan, dkk (1988) dari Nasution pada bukunya yang berjudul “Praktek Keguruan” yang diterbitkan oleh Depdikbud, 1974. Dalam dunia pendidikan di masa itu, pernyataan tersebut sudah merupakan harapan bahwa guru seharusnya adalah guru yang berkualitas, yang dapat menjadikan para siswa memahami pelajaran. Dalam perkembangan dunia pendidikan masa kini, kepandaian guru tidak hanya dalam menjelaskan pelajaran saja. Guru masa kini sebagai pendidik profesional (dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik) membutuhkan peningkatan professional secara terus menerus.

Di era kurikulum yang senantiasa mengalami pergeseran atau perubahan ini, penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran membutuhkan guru yang terampil dan kreatif. Guru tidak hanya melakukan tugas utamanya saja, tetapi juga harus mampu menulis sebuah karya tulisan yang ditunjang dengan penelitian terkait dengan penggunaan berbagai macam strategi atau metode pembelajaran dan peserta didiknya.
Untuk membentuk keterampilan guru yang demikian, guru harus mampu melakukan penelitian tindakan kelas, kemudian hasilnya bisa diwujudkan menjadi suatu bentuk karya tulis ilmiah. Dan untuk lebih mengoptimalkan pembentukan keterampilan guru ini perlu adanya pertemuan atau forum ilmiah bersama dengan guru-guru yang lain sehingga bisa berbagi ilmu dan pengalaman. Masalah yang diangkat dalam penelitian bisa bervariasi, tergantung dari permasalahan apa yang terjadi di kelas yang diajarnya. Misalnya meneliti mengenai penerapan berbagai strategi atau metode pembelajaran dan efeknya terhadap proses belajar peserta didik yang meliputi aktivitas belajar, motivasi belajar dan hasil belajar.
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research merupakan suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh peneliti yang dilakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran dengan melakukan tindakan tertentu. Penelitian biasanya dilakukan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari empat tahap, yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Prosedur pelaksanaan PTK secara skematis, yaitu:

Skema Prosedur Penelitian Tindakan Kelas, dirujuk dari Hopkins, 1993 dalam Tim Pelatih Proyek PGSM, 1999.

(Siklus I) : 1. Perencanaan Tindakan Siklus I → 2. Pelaksanaan Tindakan Siklus I → 3. Observasi Siklus I → 4. Refleksi Siklus I → (Siklus II) : 1. Perencanaan Tindakan Siklus II → 2. Pelaksanaan Tindakan Siklus II → 3. Observasi Siklus II → 4. Refleksi Siklus II → Membuat Kesimpulan

Dengan melakukan suatu penelitian tindakan kelas, seorang guru memperoleh pemahaman tentang apa yang harus dilakukan, merefleksi diri untuk memahami dan menghayati nilai pendidikan dan pembelajarannya sendiri, dapat bekerja secara kontekstual, dan mengerti atau memahami kondisi anak atau peserta didiknya.


10 Responses to “MEMBANGUN PROFESIONALISME GURU DENGAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS”

  1. […] February 25, 2008 by azwirdafrist “Guru yang baik pertama-tama adalah guru yang pandai mengajar, yang pandai menjelaskan pelajaran, sehingga dipahami murid-murid” itulah profil guru yang baik yang dikutip dari Hasibuan, dkk (1988) dari Nasution pada bukunya yang berjudul “Praktek Keguruan” yang diterbitkan oleh Depdikbud, 1974. Dalam dunia pendidikan di masa itu, pernyataan tersebut sudah merupakan harapan bahwa guru seharusnya adalah guru yang berkualitas, yang dapat menjadikan para siswa memahami pelajaran. Dalam perkembangan dunia pendidikan masa kini, kepandaian guru tidak hanya dalam menjelaskan pelajaran saja. Guru masa kini sebagai pendidik profesional (dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik) membutuhkan peningkatan professional secara terus menerus. selanjutnya […]

  2. saya lebih setuju kalo cerdas bukannya pandai🙂. Karena setiap orang adalah guru dan sekaligus murid. model learningrevolution

  3. saya baru belajar jadi guru di suatu perguruan tinggi di ruteng, dan ternyata susah. ternyata agar kita mampu menjadi guru yang baik banyak hal harus dipersiapkan dengan sungguh-sungguh, mulai dari materi ajar sampai cara mengajar yang baik. saya kira forum guru untuk hal-hal tersebut perlu dikembangkan oleh organisasi profesi guru.

  4. Saya senang sekali membaca tulisan anda ini. Saya juga guru dan telah beberapa kali melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Saya juga pernah ikut lomba workshop inovasi pembelajaran untuk guru dan kepsek smp/mts tk nasional tahun 2006 untuk mata pelajaran ipa.

  5. Saya setuju bahwa penelitian tindakan kelas dapat memperbaiki kinerja guru. Oleh sebab itu guru perlu membangun niat yang kuat dan berani memulai untuk melakukan penelitian tindakan kelas sebab selama ini masih banyak rekan guru maaf baru sekitar 10% yang mau dan benar-benar menikmati kegiatan ini. Saya yakin bila PTK sudah membumi pada masing-masing guru maka akan terbuka peluang untuk melakukan penelitian yang lain yang tidak hanya akan bermanfaat bagi peningkatan mutu pembelajaran juga pengembangan masyarakat pada umumnya.
    Kenapa belum banyak guru yang tertarik melakukan Penelitian Tindakan Kelas ? Sudah banyak format atau contoh, namun para guru memerlukan tuntunan yang sederhana dan selangkah demi selangkah. Maklum belum terbiasa. Memang seperti anak kecil yang disuapin tetapi sungguh ini sangat dibutuhkan agar memperkecil kebingungan. Saya yakin kalau sudah berhasil melakukan atau menelorkan yang pertama dan ini dirasa suatu kebanggaan/prestasi, maka tidak usaha dihimbau para guru akan dengan sendirinya lambat laun tapi pasti akan melakukan PTK dan benar-benar menikmati mengajar.
    Dengan rendah hati kalau berkenan, Ibu membimbing kami pelan-pelan. Selangkah demi selangkah walaupun jarak jauh. Terima kasih Bu.

  6. Ikutan Mbak Cantik..boleh…
    Ngomong-ngomong tentang PTK memang menarik…
    Tetapi tetap harus hati-hati dalam menyikapi temuan PTK, Bagaimanapun temuan PTK jelas tidak Ilmiah. untuk perbaikan praktis pembelajaran di dalam kelas OK, tetapi untuk pengembangan ilmu ‘tunggu dulu’. Apa alasan temuan PTK tidak ilmiah, tentu saja tidak cukup saya jelaskan lewat kolom komentar ini, kita bisa diskusi lebih lanjut lewat email: baskoroadiprayitno@yahoo.com atau baskoro1.blogspot.com

    Terimakasih
    MAJULAH PENDIDIKAN INDONESIA….!!!!

  7. Kalau saya, guru adalah orang yg mampu menguasai kemampuannya yg akan mereka ajarkan kepada orang lain dengan cara yg sesuai kemampuan muridnya.
    Selanjutnya terserah anda😀

  8. ass wr wb, aku sangat setuju sekali dengan ptk, karena beberapa bulan lalu aku sempat curhat ke wakasek sekolah anakku tentang materi mtk dimana anakku sangat tidak menguasai, jawaban beliau benar-benar mengejutkan namanya sekolah gratis maklumi aja deh kalau guru sering absen dan murid tidak menguasai materi. apa ini jawaban seorang pendidik????????????????

  9. hallo putri, tulisanmu bagus, tapi kurang mendalam. Baiknya tulisan kamu lebih mendalam lagi dan kalau ada contoh ptk dari beberapa guru, itu lebih baik.

  10. thanks,,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: